Wednesday, December 8, 2010

KIAMAT


Bag. 1
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
"Apabila bumi digoncangkan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung-gunung dihancurkan selumat-lumatnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan." (QS. 56:4-6)
"Ketika bumi digoncangkan sekeras-kerasnya, dan bumi mengeluarkan semua isinya, manusia bertanya : 'Mengapa menjadi begini ?', dihari itu bumi akan menceritakan beritanya bahwa Tuhanmu telah memerintahkan seperti itu." (QS. 99:1-5)
"Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu, bahwa goncangan Sa'ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat." (QS. 22:1)

Sungguh luar biasa sekali kejadian hari itu, hari dimana Allah menepati janji-Nya kepada semua makhluk-makhluk ciptaan-Nya, hari dimana tidak ada satupun yang dapat memberikan pertolongan dan hari yang tiada satu juga tempat bersembunyi. Bahkan meskipun makhluk itu pergi keplanet Saturnus sekalipun, begitu kata Qur'an.
Pergilah kamu kepada planet [zhillu] yang mempunyai 3 lingkaran, yang tiada lindungan karena dia tetap tidak akan menyelamatkan dari bencana [Sa'ah] bahwa dia [Sa'ah] melontarkan percikan api laksana balok seolah dia iringan [cahaya] yang kuning. Kecelakaan pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan [kebenaran].
(QS. 77:30-34)
Saturnus adalah planet nomor 2 besarnya dalam tata surya bumi kita ini dengan diameter 120,536 km (equatorial) dengan berat massa 5.68e26 kg dan mengorbit dengan jarak 1,429,400,000 km [atau sekitar 9.54 AU] dari matahari. Misi tak berawak yang pertama kali menyelidiki planet Saturnus ini oleh Pioneer 11 dalam tahun 1979 yang disusul oleh Voyager 1 dan Voyager 2. Saat ini sebuah pesawat tak berawak yang lain dan dilengkapi peralatan yang lebih canggih bernama Cassini tengah dalam perjalanan menuju planet Saturnus dan diperkirakan akan tiba pada tahun 2004.
Planet Saturnus memiliki angkasa yang kaya akan Hidrogen dengan sabuk-sabuk awan yang memantulkan sinar matahari dengan baik. Dan 3 lapis jaringan cincin [lingkaran] seputar Equator Saturnus yang indah itu memperhebat kecemerlangan planet tersebut. Lingkaran cincin itu sendiri diduga terdiri dari debu halus, kerikil kecil atau bulir-bulir es yang tak terhingga banyaknya. Planet ini memiliki 10 buah bulan dan satu diantaranya baru ditemukan pada tahun 1966.
Informasi lebih lainnya mengenai Planet Saturnus ini bisa anda lihat dalam situs : http://www.seds.org/billa/tnp/saturn.html
Itulah dia hari kiamat, hari Sa'ah /waktu kehancuran total yang ditentukan/, Yaumul Hasrah /hari penyesalan/, Yaumul Muhasabah /hari perhitungan/, Yaumul Wazn /hari pertimbangan/ dan sejumlah nama lain yang kesemuanya menunjukkan mengenai kiamat yang akan terjadi dalam satu hitungan yang mengagetkan.
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapankah datangnya ?". Katakanlah:"Hanya disisi Tuhankulah pengetahuan /ilmu/ tentangnya; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. ia /Kiamat/ itu amat dahsyat untuk langit dan bumi. Dia tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu /pengetahuan/ tentangnya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS. 7:187)
Bagaimanakah sebenarnya peristiwa pada hari tersebut jika kita menganalisanya dengan penganalisaan Qur'an dan Science ? Adakah kiamat itu diberlakukan oleh Allah secara begitu saja dan tanpa melalui proses alamiah ?

Marilah kita telaah terlebih dahulu ayat-ayat Allah yang bersangkutan tentangnya didalam AlQur'an dan menghubungkannya dengan kajian Science.
Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat yang bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang dijanjikan itu adalah benar. (QS. 51:1-5)

Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang merubah waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai satu kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya. (QS. 100:1-6)
Pada hari meledaknya tata surya ini dengan bencana besar serta diturunkannya para malaikat secara bersungguh-sungguh. (QS. 25:25)
Pada hari tata surya ini digoncang dengan sebenar-benar goncangan dan orbit akan terlepas dengan luar biasa. (QS. 52:9-10)
Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh, tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta lautan mendidih. (QS. 81:1-6)
Tata surya akan pecah karenanya sebagai bukti janji-Nya ditunaikan; Sungguh, ini satu peringatan, barang siapa yang mau mengikuti niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (QS. 73:18-19)
Maha Besar Allah yang telah membukakan sedikit tabir rahasia-Nya kepada manusia mengenai hari perjanjian dengan segala kelogisannya yang sudah sepantasnya menjadi bahan pemikiran bagi kaum yang mau memikirkan serta bagi mereka yang benar-benar mengharapkan ridho dari Tuhannya.

Melalui AlQur'an, wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw sang utusan mulia sekitar 14 abad yang lalu ditanah Arabia telah menyajikan secara gamblang proses kehancuran tersebut berdasarkan data-data ilmiah yang mampu dicapai oleh pemikiran manusia diabad 20 ini.
AlQur'an memberitakan bahwa kehidupan dalam tata surya ini akan ditutup sekaligus secara mendadak dengan alasan dan pembuktian yang logis dan komplit. Hidup didunia ini adalah selaku ujian terhadap manusia yang akan menentukan nilai bagi setiap diri untuk ditempatkan pada golongan yang baik atau jahat diakhirat nanti yang berpokok pangkal pada ayat 51:56.

Dengan alasan ini teranglah bahwa hidup kini bukan terwujud dengan sendirinya tanpa ujung pangkal, bukan pula menjalani reinkarnasi dengan mati dan hidup berulang kali dengan jalan penitisan kepada makhluk/zat lainnya , malah sesuai dengan pemikiran wajar berdasarkan hukum kausalita yang berlaku.
Hari kehancuran total itu oleh AlQur'an dinamakan Sa'ah, yaitu waktu penutupan kehidupan massal yang ditentukan Allah, tak seorangpun yang dapat mengetahui kapan waktu pastinya sebagai satu pengujian kepada setiap diri mengenai Iman dan Ilmunya.

Tiada kejadian Sa'ah itu melainkan dalam sekejapan mata atau lebih cepat lagi.

Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 16:77)
Pada ayat 16:77 diatas telah disebutkan bahwa kedatangan Sa'ah itu terjadi dalam tempo yang sangat singkat, dan digambarkan kecepatannya melebihi kejapan mata.
Sekarang mari sejenak kita melihat ramalan James Scotti dari Universitas Arizona yang mengamati sebuah Asteroid yang diberi nama XF 11 melalui teleskop 36 inci pada 6 Desember 1997 dan menyatakan bahwa kemungkinan XF 11 itu bakal menghantam bumi pada tahun 2028.
Menurut perhitungan yang dilakukan pada 23 Maret 1998 lalu, posisi terdekat Asteroid XF 11 pada 26 Oktober 2028 adalah 600.000 mil atau 954.340 kilometer. Kecepatan obyek angkasa ini saat itu diperkirakan mendekati 13.914 km/detik, tulis sebuah laporan ilmiah yang dikeluarkan Donald K. Yeomans dan Paul W. Chodas, astronom NASA yang khusus melakukan prediksi garis orbit komet, asteroid, planet, dan benda angkasa lain di bawah sistem tata surya matahari, dengan bantuan komputer.
Perhitungan terakhir posisi XF 11 dilakukan berdasarkan pantauan astronom Eleanor Helin, Brian Roman, dan Ken Lawrence yang bersama Donald dan Paul tergabung dalam tim NEAT (Near Earth Asteroid Tracking) di Jet Propulsion Laboratory (JPL NASA), Pasadena AS. Perhitungan ini berarti mengandaskan ramalan bumi bakal kiamat 30 tahun lagi dan kembali ke zaman batu setelah sebuah asteroid selebar satu mil (1,6 kilometer) menghantam bumi.
Kedua pengamatan terhadap PHA 108 (potentially hazardous asteroid), yaitu kode yang diberikan terhadap XF 11 ini menyimpulkan, pada 2028, garis edarnya paling dekat dengan bumi, sekitar 50.000 mil saja. Jarak itu cukup dekat dengan daratan dan merupakan alamat buruk bagi penghuni bumi.
Peter Schelus, peneliti lain dari Mc Donald Observatory di Texas lalu memasuki percaturan. Awal Maret lalu, ia menggambarkan akan terjadi 88 hari ketika angkasa dipenuhi jalur asteroid yang berpijar. Garis pijar yang menggemparkan ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di Eropa.
Jadwal kedatangan Asteroid XF 11, kata Peter, adalah pada 26 Oktober 2028 sore pukul 13.30 waktu pantai timur AS (atau 01.30 dini hari WIB). Saat itu, NEO (Near Earth Object), yaitu XF 11 sudah berada pada jarak 26.000 mil atau bisa lebih dekat lagi!
Kalau benar-benar terjadi, ya tadi itu, kehancuran total bagi segala peradaban di muka bumi. Berbagai analisis lalu bermunculan dalam bentuk terbitan terbatas, media cetak, tayangan film dokumenter, sampai mini seri televisi yang sanggup menyedot perhatian seluruh dunia, khususnya di AS.

Seperti artikel New Yorker edisi awal tahun yang menyebutkan, akibat tabrakan hebat dengan asteroid, separoh populasi bumi akan sirna. Kemudian sebuah film dokumenter yang ditayangkan Discovery selama dua jam sanggup membangkitkan kekhawatiran. Begitu juga film serupa arahan National Geographic.
Keberadaan XF 11 dan lintas orbitnya makin ramai diperbincangkan. Stasiun televisi NBC tak mau kalah dengan menyajikan miniseri Asteroid, memanfaatkan histeria massa.
Asteroid (kelas) XF 11 saat memasuki atmosfir bumi diperkirakan memiliki kecepatan 45.000 mil per jam atau sebanding dengan 100 kali kecepatan peluru yang ditembakkan. Ketika menghantam bumi, ledakan yang ditimbulkan setara dengan 500.000 megaton TNT (ukuran ledakan).

Sebagai perbandingan, bom atom yang membumihanguskan Hiroshima diperkirakan sebesar 0,015 megaton. Kekuatan ini sanggup membentuk terowongan di atmosfir sepanjang lima mil. Hujan api dan perubahan cuaca pun terjadi secara drastis lantaran iklim global berubah. Sinar matahari terhalang oleh debu yang tersebar dalam jumlah besar di lapisan stratosfir.
Bumi memang berada pada daerah terpaan asteroid dan komet. Namun, atmosfir bumi melindungi penghuninya dari bebatuan ruang angkasa kecil seukuran butiran pasir atau kelereng yang setiap hari menghujani bumi. Kebanyakan asteroid mengikuti jalur edar antara dua planet, yaitu Mars dan Jupiter, tapi asteroid itu saling mempengaruhi dan bahkan terpengaruh oleh Jupiter. Akibatnya, sebagian asteroid keluar dari jalur dan kemudian memasuki orbit Mars atau Bumi.
Bintang berekor di malam hari adalah bukti benda ruang angkasa yang terbakar ketika memasuki atmosfir. Kebanyakan asteroid berdiameter 10 meter akan hancur sebelum menumbuk bumi. Walau demikian, masih ada beberapa pecahan yang sempat tiba di permukaan bumi.
Bagaimana kalau asteroid jatuh di laut? Jika jatuh di Laut Jawa misalnya, akan menimbulkan tsunami setinggi 130 meter. Dan mengakibatkan gelombang hebat yang menyapu kota-kota sejauh 10 mil dari garis pantai. Bukankah menurut para ilmuwan, punahnya dinosaurus akibat serangan meteor yang terjadi 65 juta tahun lalu?
Perhitungan orbit yang akurat adalah modal utama. Soalnya, menurut penelitian Spaceguard Survey yang menghabiskan US$50 juta selama 10 tahun -yaitu lembaga yang mampu menaksir populasi dan melakukan identifikasi besarnya obyek NEAR (Near Earth Asteroid Rendezvous) yang berpotensi menabrak bumi melalui penjejak sistematik yang terdapat pada monitor efektif- memperkirakan, sekitar 4.000 asteroid dengan ukuran satu kilometer ke atas, melintas di sekitar bumi. Dari jumlah itu, cuma 150 yang dapat dikenali. Sementara ukuran lebih kecil seperti yang jatuh di Tunguska, jumlahnya lebih banyak, yaitu 300.000.
Tim NEAT menghapus kekhawatiran itu melalui perhitungan mereka. Tapi Brian Marsden dari Smithsonian Astrosphysical Observatory, yang ikut mendorong penemuan kalkulasi garis orbit terakhir, masih penasaran. Marsden menyebutkan bahwa dasar perhitungan itu menurut gambar XF 11 yang ditangkap pada 1990. Bahwa perhitungan yang sangat akurat dapat dilakukan lagi saat XF 11 berdekatan dengan bumi pada 31 Oktober 2002. Melalui radar optik, garis edar XF 11 yang tepat bisa disimpulkan.
Benarkah kiamat akan terjadi pada tahun 2028 yang diakibatkan oleh XF 11 ?

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan demikian, Asteroid XF 11 meskipun menghantam bumi dia tidak akan mengakibatkan hancurnya tata surya sebagaimana yang di jelaskan oleh Qur'an.

Menurut hukum Fisika, kecepatan pandangan mata sama besar dengan kecepatan gerak sinar atau gelombang radio. Sinar bergerak sekitar 186.282 mil sedetik. Dalam satu tahun atau selama 365 hari ada 31.536.000 detik. Jadi sinar bergerak dalam satu tahun sejauh 5.874.589.152.000 mil, dan ini dinyatakan 1 tahun sinar, biasanya angka ini dibulatkan menjadi 6 billion mil.
Sementara itu sinar dari matahari untuk mencapai bumi dibutuhkan waktu 8.3 menit [juga biasanya dibulatkan menjadi 8 menit sinar saja]. Jadi jika misalnya matahari itu mendadak hilang dari angkasa maka keadaan itu baru dapat kita lihat 8 menit kemudiannya, karena memang sekianlah kecepatan kejapan mata atau pandangan mata [menurut hukum Fisika].
Kini dikatakan Sa'ah itu lebih cepat lagi, maka kecepatan yang melebihi gerakan sinar untuk saat ini yang dikenal adalah komet. Dan komet itu melayang diantara bintang-bintang angkasa hanya dalam waktu beberapa saat saja, padahal seperti diketahui orang, jarak bintang terdekat adalah 4 tahun gerak sinar.
Jadi Sa'ah itu berlaku cepat sekali seperti kecepatan gerak komet [atau memang justru komet itu sendirilah yang dijadikan Allah selaku penyebab terjadinya Sa'ah nantinya ?].
Mari kita bahas masalah ini :
Komet adalah benda angkasa yang DIDUGA oleh para ahli terdiri dari debu, es dan gas yang membeku. Komet menyala dan membentuk ekor gas bercahaya tatkala lewat didekat matahari. Ia memiliki lintasan yang lonjong, berbeda dengan lintasan planet yang berbentuk lingkaran.
Komet terang sering tampak pada siang hari.
Ekornya bisa lengkung meliputi setengah bola langit, dan para Astronom juga menduga ada sekitar 100.000 buah komet diangkasa raya.

Dan sebagaimana yang dikatakan ayat 7:187 yang sudah kita ulas diatas, bahwa tidak akan ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan saat Sa'ah itu terjadi.
Karenanya jika kita mencoba mengasumsikan bahwa memang komet itulah yang akan menjadi penyebab Sa'ah maka pantas ramalan para sarjana mengenai rombongan komet yang dapat dilihat dari bumi selalu gagal begitupun rombongan komet yang dinamakan Kohoutek pada bulan Desember 1973.
Ada satu ayat Qur'an yang cukup mengundang perhatian kita untuk menghubungkannya kepada penyebab kejadian pada hari Sa'ah itu, ayat tersebut adalah :
Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan [benda] yang membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu "Ada Delapan". (QS. 69:17)
'Arsy yang selama ini ditafsirkan oleh sebagian besar orang sebagai singgasana dimana Allah berdiam itu saya anggap keliru, sebab Allah tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu.
Jika dikatakan bahwa Allah *duduk* diatas 'Arsy maka berarti Allah memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung, padahal Allah Maha Suci dan Maha Mulia dari semua itu ! Sungguh kontradiksi sekali dengan sifat-sifat keTuhanan yang dikenal didalam Islam sebagai Asma ul Husna .
Sungguh, jika kita mau memperhatikan Qur'an secara lebih teliti akan kita dapati beberapa pengertian untuk 'Arsy ini, misalnya :
Yang didirikan, yang dibangun seperti bangunan dijaman Nabi Sulaiman [27:38];

bangunan dijaman Nabi Yusuf [12:100] atau bangunan yang ada di Palestina dahulu kala [2:259].

Lebih jelas lagi ayat 7:137 dimana dinyatakan 'Arsy itu berarti bangunan yang dibangun oleh Fir'aun.
'Arsy juga berarti semesta raya atau universe karena dia dibangun atau didirikan oleh Pencipta Esa.

Ayat tentang itu banyak sekali, diantara lain ayat 11/7, 7/54, 40/6, 39/75 dan 69/17.
Semua benda angkasa dinamakan semesta raya atau langit bagi manusia dan merupakan 'Arsy Allah, termasuk planet-planet, bulan-bulan [satelites], komet dan apa-apa yang ada diantaranya. Semua benda itu dibangun oleh Allah sebagai yang dimaksud ayat 11:7.

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari [maksudnya 6.000 tahun karena 1 hari Allah = 1000 tahun manusia berdasarkan ayat 22:47] dan adalah semestanya atas Almaa' ...
(QS. 11:7)
Semesta raya disusun begitu rupa terdiri dari jutaan bima sakti/galaksi. Masing-masing bima sakti terdiri dari jutaan bintang yang setiapnya dikitari oleh planet-planet yang umumnya juga dikitari oleh bulan-bulan sebagai satelitnya. Satu bintang dengan beberapa planet dan bulannya dinamakan tata surya atau solar system.
Kita kembali pada ayat 69:17 sebelumnya yang mengatakan bahwa kelak pada hari Sa'ah akan ada 8 yang membawa semesta raya ini padanya yang karena itu dia disebut sebagai yang menguasai. Adalah satu hal yang cukup masuk akal jika kita telah berasumsi bahwa yang 8 dimaksudkan oleh Alqur'an ini adalah 8 rombongan komet yang akan datang dengan kecepatan penuh dan menjadikan penyebab hari Sa'ah tersebut.
Para ahli Astronomi telah sama mengetahui kedatangan suatu komet yang dinamakan komet halley ditaksir besarnya ribuan kali besar matahari dan panjangnya diperkirakan 500 juta mil atau lebih kurang 6 kali jarak antara matahari dan bumi [lebih panjang dari 1.000 AU].
Pada bulan April 1970 pernah pula kelihatan komet yang seperti itu bergerak dari belahan selatan ke utara selama sebulan penuh menjelang subuh.
Kalau orang hanya mengikuti pendapat dan dugaan ahli-ahli angkasa Barat tentang komet, maka akhirnya orang akan berpendapat bahwa komet itu hanya benda angkasa yang tidak perlu dihiraukan karena mereka menganggapnya tidak berarti sama sekali. Dan ini bertentangan dengan AlQur'an yang dengan nyata mengatakan bahwa Allah tidak pernah menjadikan langit dan bumi ini dengan kesia-siaan atau dengan kata lain tanpa maksud dan tujuan.

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu, dan itu telah menjerumuskan kamu, maka jadilah kamu orang-orang yang merugi. (QS. 41:23)
Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)
Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan dusta atas nama Allah pada hari kiamah ?

Sungguh, Allah Yang mempunyai karunia atas manusia tetapi kebanyakan mereka tidak berterimakasih. (QS. 10:60)
Kalau bintang-bintang berfungsi mengatur kehidupan diplanet-planet yang mengorbitnya, maka komet merubah kehidupan secara mendadak, dia membentur semua bintang diangkasa luas secara berganti-ganti menurut ketetapan yang ditentukan Allah sesuai dengan arah layang komet yang tidak berorbit jelas.
Yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk atau dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (mereka itu berkata): "Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya secara bermain-main. (QS. 44:38)
Para Astronom Barat terlalu cepat mengambil kesimpulan untuk menentukan wujud dari komet itu dengan mengatakan ia terdiri dari debu, es dan gas yang membeku.

Sebab jika benar demikian, maka tentunya komet itu akan jatuh kepada planet atau matahari seperti jatuhnya meteorities, padahal belum pernah diketahui sebuah komet telah jatuh seperti demikian. Begitupula halnya dengan orbit komet yang dianggap pula oleh Astronom Barat itu sebagai keluarga tata surya.
Orang seharusnya dapat mengambil pelajaran tentang komet Kohoutek pada bulan Desember 1973 yang ternyata telah keluar dari gugusan bintang lain, yaitu kelihatan dari celah-celah galaksi lain disemesta raya ini. Orang telah gagal dengan anggapannya yang mengatakan bahwa wujud komet terdiri dari pasir dan juga gagal dalam menentukan orbitnya yang dikatakan ellips, padahal sebenarnya komet itu mengedar tanpa orbit yang jelas.
Dalam hal ini manusia, khususnya umat Islam harus istiqomah terhadap kitab suci AlQur'an yang berisikan petunjuk dan sumber ilmu pengetahuan bagi manusia. Bukankah Allah sudah bersumpah pada ayat 37:1-5 dibawah ini yang menyamakan arti semesta raya yang berjuta milyar bintang dengan 8 buah benda berapi [komet] penghancurnya.

Demi [bintang-bintang] yang berbaris tersusun [disemesta raya],
Demi [benda angkasa] yang membentur dengan benturan
Demi [ayat-ayat Qur'an] yang menganalisakan pemikiran
Bahwa Tuhanmu adalah satu, yaitu Tuhan semua planet dan bumi ini serta apa yang ada diantaranya serta Tuhan bagi tempat-tempat terbit matahari [dalam setiap planetnya]. (QS. 37:1-5)

Orang tidak berkesempatan banyak untuk mempelajari komet karena terlalu jauh dan jarang sekali kelihatan, untuk komet Halley saja melakukan lintasan kepada matahari dalam kurun waktu 76 tahun sekali, komet Kohoutek 75.000 tahun untuk melengkapi peredarannya sedangkan komet Encke yang memiliki lintasan terpendek menghampiri matahari tiap 3,3 tahun sekali.
Pada tahun 1993 Eugene dan Carolyn Shoemaker serta David Levy menemukan sebuah komet baru yang diberi nama komet Shoemaker-Levy 9 [sesuai dengan nama penemunya] Informasi selengkapnya mengenai komet SL 9 ini bisa anda lihat dalam situs : http://www.seds.org/billa/tnp/sl9.html
Ayat 42:5 juga memberitahukan kepada kita bahwa pada masa lalu, pernah berlaku pendekatan layang sekelompok komet [yang besar] hingga merobah posisi planet-planet dalam tata surya ini. Akibatnya, terjadilah topan Nabi Nuh dan berpindahlah kutub-kutub bumi dari tempatnya semula ketempat yang baru sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Hampir saja planet-planet itu terseret [oleh komet] dari atasnya, dan malaikat tasbih dengan memuja Tuhan mereka serta memintakan ampun bagi orang dibumi. Ingatlah bahwa Allah itu Pengampun dan Penyayang. (QS. 42:5)

Peristiwa Topan Nabi Nuh sudah ditentukan oleh Allah dengan rencana tepat dan logis, tidak semata-mata untuk mengazab mereka-mereka yang kafir terhadap petunjuk Nabi-Nya namun lebih jauh dari itu berfungsi untuk perbaikan stelsel tata surya, khususnya planet bumi.
Seimbang dengan ayat 42:5 diatas, maka Ayat 69:13 menyatakan sebaliknya, bahwa kelak dikemudian hari serombongan komet akan datang membentur/menyeret tata surya kita, waktunya sangat dirahasiakan, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Waktu itu akan tergoncanglah planet-planet dengan hebatnya terseret mengikuti layang sekumpulan komet itu dan musnahlah semua yang hidup kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah sebagaimana yang terdapat dalam ayat 39:68
Apabila ditiupkan sangkakala dengan sekali tiupan, terbawalah bumi ini dan semua tenaga alamiahnya lalu bergoncanglah ia sekali goncangan maka ketika itu menimpalah yang menimpa dan pecahlah tata surya ini pada hari itu menurut ketentuan. (QS. 69:13-16)
Dan ditiupkan sangkakala lalu mati apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada dibumi kecuali apa saja yang dikehendaki oleh Allah, kemudian akan ditiupkan padanya [sekali lagi] maka tiba-tiba mereka bangkit [dari mati dan] menunggu [pengadilan Tuhan atas mereka]. (QS. 39:68)
Apakah dan bagaimana waktu itu kejadian penyeretan tata surya ini dan dengan jalan bagaimana pula Allah menjalankan hukum-hukum Kausalita-Nya untuk memberikan perlindungan kepada apa yang dikecualikan-Nya seperti pada ayat 39:68 diatas ?
Mari kita jawab bersama ...
Perhatikan ulang firman Allah berikut ini :
Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang merubah waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai satu kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya. (QS. 100:1-6)

Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat yang bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang dijanjikan itu adalah benar. (QS. 51:1-5)
Demi yang membentur dengan benturan (QS. 37:2)
Dari ayat Qur'an diatas kita bisa membaca bahwa kelak akan datang sekumpulan benda angkasa yang meluncur dengan cepat sambil memercikkan api [QS. 100:1] yang telah ditentukan Allah untuk membentur tatasurya kita ini [QS. 37:2] lalu menyeretnya menurut layangnya disemesta luas [QS. 100:4] hingga habislah semua bintang diangkasa itu semuanya terseret pada waktu tertentu berturut-turut [QS. 51:4].
Waktu itu matilah semua makhluk berjiwa dalam daerah tatasurya [QS. 39:68] hari itu tidak ada tempat berlindung sama sekali bagi manusia sekalipun dia mencoba ke planet Saturnus dengan dugaan bahwa cincin yang melingkar pada Saturnus itu dapat melindunginya dan itu sudah dibantah oleh Qur'an pada 77:30-34 yang sudah kita bahas pada bagian atas.
Tolong perhatikan masing-masing ayat yang saya tunjuk diatas untuk menemukan relevansinya

Dengan ini saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa benda angkasa yang dimaksudkan kemungkinan besar adalah komet yang memiliki karakteristik nubuatan Qur'an.
Dan yang menjadi ekor komet sebagai yang kita lihat melayang diangkasa bebas adalah bintang-bintang dengan semua planet dan bulannya yang telah dibentur dan diseret oleh komet itu lebih dahulu. Demikian pula akan berlaku pada tata surya kita ini bila nanti sudah datang perintah dari Allah saatnya.
Lalu kenapa rombongan komet itu kelihatan kecil saja ?
Itu tidak lain karena disebabkan dia berada sangat jauh dibalik jutaan bintang atau malah mungkin pula dibalik jutaan galaksi. Suatu komet tidak dapat diperkirakan besarnya dengan satu kepastian, mungkin ribuan kali lebih besar dari matahari kita, dia bergerak tanpa orbit yang jelas karena dia terbentuk dari non partikel dengan massa yang semakin besar yang diakibatkan oleh sifat kohesi sesamanya dan bergabung dengan Nebula atau awan susu, dia lari dari partikel tetapi mempunyai sifat bergabung sesamanya seperti Ionosfir yang melingkupi planet.
Demikian pula komet lari dari setiap bintang yang ditemuinya tetapi karena terlalu besar dan terlalu cepat layangnya [dalam Qur'an diistilahkan yang terbang bebas dan berbeban berat serta mudah dalam pergerakan] maka dalam gerak demikian dia membentur setiap tatasurya yang menghalangi arah geraknya, langsung membentur dan menyeret. Waktu itu juga seluruh Ionosfir akan bergabung dengan komet, sehingga berakibat setiap tatasurya yang dibentur komet itu otomatis menurut kepada benda raksasa itu.

Ketika komet membentur tatasurya dia terpaksa merobah arah geraknya beberapa derajat karenanya komet itu nantinya akan menempuh seluruh daerah semesta raya, ditimbulkan oleh sifatnya yang anti partikel. Maka dari itu akan amat janggal sekali jika kita mengikuti Dugaan Astronomi Barat bahwa komet itu terdiri dari pasir atau es yang mengorbit keliling matahari kita.
Dengan sifat anti partikel itu, komet tidak menjalani garis orbit tertentu, karenanya sebagaimana yang sudah kita tuliskan pada bahagian atas bahwa orang pernah melihat komet itu bergerak dari selatan keutara atau sebaliknya. Jika komet termasuk keluarga tatasurya kita maka otomatis dia harus patuh pada hukum tatasurya dan bintang-bintang lain bahwa semuanya bergerak dari barat ketimur.
Pembenturan komet atas setiap bintang bukan terlaksana sekaligus, bukan dalam satu ketika melainkan melalui proses ilmiah yaitu secara berangsur-angsur sehingga kian lama wujudnya semakin membesar dalam masa yang amat panjang dan itu telah mulai terjadi semenjak ribuan tahun yang lalu dan akan tetap seperti itu hingga masa ketentuan itu diberlakukan Allah.
Mungkin hal itu susah digambarkan dalam ingatan bahwa langit biru yang ada diatas kita ini kelak tiada lagi berbintang karena semuanya mengikut pada 8 rombongan komet seolah komet itu yang menguasai semesta raya.
Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan yang membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu "Ada Delapan". (QS. 69:17)
Bahwa setiap planet itu berputar disumbunya untuk mewujudkan siang dan malam serta Timur dan Barat bagi permukaan masing-masing planet itu adalah sudah satu hukum yang pasti dalam ilmu Astronomi. Semua bintang berada pada posisi tertentu disemesta raya dengan sifat Repellent antara satu dengan lainnya tersusun rapi sesuai dengan hukum-hukum yang sudah ditetapkan Allah.
Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Dia ? Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 35:41)

Tapi mesti dijelaskan disini dalam hubungannya dengan banyak ayat Qur'an yang lain serta kajian Ilmu pengetahuan modern, setiap planet memiliki Rawasia [tenaga alamiah] Simple karenanya tidak akan kejadian dua planet dempet bersatu; sebaliknya setiap planet dalam tatasurya ini akan dempet bersatu dengan matahari yang dikitarinya namun tidak akan lebur mencair karena masing-masingnya dikungkung oleh batang magnet yang membujur dari Utara ke Selatan.
Hal ini berlaku sewaktu tatasurya ini diseret oleh komet sehingga menyebabkan susunan planet kacau balau.

Orbit dan jarak tertentu tak terlaksana lagi masing-masingnya tertarik jatuh pada matahari disebabkan Rawasia yang berlainan. Setiap planet itu melekat pada matahari dalam keadaan utuh berupa globe yang senantiasa bulat dan tetap berputar disumbunya.
Masalah Rawasia/Batang Magnet/Tenaga Alamiah ini sudah kita bahas dalam artikel Piring terbang
Hal demikian sangat penting sekali terjadi karena dengan itu tidak akan kejadian adanya suatu planet dalam tatasurya kita ditarik oleh bintang lain, tetapi hal itu pulalah yang menyebabkan permukaan setiap planet terbakar, lautan menguap habis, gunung-gunung meleleh dan setiap benda mencair jadi atom asal seperti diterangkan oleh ayat 81:1 s.d 81:6
Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh, tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta lautan mendidih. (QS. 81:1-6)
Akan tetapi lain keadaannya dengan bulan-bulan yang menjadi satelit mengitari planet.

Untuk itu AlQur'an menerangkan :

Semakin dekat Sa'ah dan terpecahnya bulan-bulan. (QS. 54:1)
Dan lenyaplah bulan-bulan itu serta dikumpulkanlah bulan-bulan itu bersama matahari. (QS. 75:8-9)

Bulan memiliki Rawasia Spot atau Mascon, yaitu titik pusat magnet yang berada dalam tubuhnya, karena itu dia tidak pernah berputar tetapi mengedar keliling planet. Makanya bulan terwujud dari pasir halus tak memadat, bergravitasi sangat lemah. Bulan mengorbit matahari dengan jarak 384,400 km dari planet bumi kita dan bergaris tengah 3476 km dengan massa 7.35e22 kg.
Sewaktu planet-planet jatuh tertarik dempet pada matahari pada hari Sa'ah tersebut maka setiap bulan itu tak mungkin mempertahankan wujud globenya, masing-masing akan meleleh menjadi satu dengan matahari dan mulai saat itu hilanglah bulan untuk selama-lamanya sebagaimana tercantum pada ayat 75:8-9 diatas dan sesuai pula dengan ayat 39:68 yang menyatakan bahwa pada ledakan pertama itu semua yang hidup akan mati kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah, dan secara kesimpulan *goblok* salah satu benda yang tidak akan dimusnahkan oleh Allah itu adalah planet bumi kita ini sebab pada saat itu bumi tidak lebur kedalam matahari dalam pengertian meleleh melainkan akan mewujudkan satu keadaan baru sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain serta beberapa Hadist Nabi Muhammad Saw yang akan kita bahas dibawah ini :

Pada hari Kami putarkan tata surya ini laksana putaran radiasi untuk ketetapan-ketetapan [Kami].
Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya kembali sebagai janji atas Kami. Sungguh pasti akan Kami tepati [janji itu]. (QS. 21:104)
[Yaitu] hari dimana bumi diganti dengan bumi yang lain [dalam rupanya] begitu pula planet-planet, dan mereka semuanya tunduk kepada Allah yang Esa dan Perkasa. (QS. 14:48)
Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu,
Bahwa goncangan Sa'ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat. (QS. 22:1)
Dia berfirman: "Di sana engkau hidup dan disana pula engkau akan mati, dan dari sana pula engkau akan dibangkitkan. (QS. 7:25)
Dari Sahal bin Sa'ad ra. katanya:
Rasulullah Saw bersabda: "Dikumpulkan manusia pada hari kiamat di Bumi yang putih kemerah-merahan bagai dataran yang bersih, tidak ada tanda-tanda penunjuk untuk siapapun". (HR. Imam Muslim)
Dari Mikdad bin Aswad ra. katanya:
Rasulullah Saw bersabda: "Didekatkan matahari kepada manusia dihari kiamat sehingga jarak matahari dari mereka sekira satu mil. Manusia digenangi keringat menurut ukuran amal mereka..." (HR. Imam Muslim)
Jadi jelaslah bahwa bumi kita ini dan juga matahari tidak akan hancur saat itu melainkan akan diperbaharui bentuk dan keadaannya sebagaimana Firman Allah dan Hadist Rasul diatas.
FAQ dari milis :

Warna Biru = sipenanya
Warna Merah = jawaban saya
----- Original Message -----
From: Armansyah
To: myquran@yahoogroups.com
Sent: Friday, December 02, 2005 11:41 AM
Subject: Fw: [myQURAN] Kiamat (1)

----- Original Message -----
From: Raf (2)
To: myquran@yahoogroups.com ; myquran@googlegroups.com ; eramuslim@yahoogroups.com
Sent: Sunday, November 27, 2005 6:08 AM
Subject: RE: [myQURAN] Kiamat (1)
/
Apa dasar anda mengatakan bahwa kecepatan komet (bisa) melebihi kecepatan cahaya? Dan melayang di antara bintang-bintang hanya dalam waktu beberapa saat saja?
* Saya ambil contoh disini misalnya komet Hyakutake yang penampakannya terjadi sekitar 22 maret 1996 yang lalu.
Pengamatan dilakukan di 2 tempat berbeda, yaitu Denmark dan Portugal (jarak antar kedua negara ini lebih dari 3000 km), dengan menggunakan sistem perhitungan Parallax, maka didapat nilai total kecepatan komet tersebut berpindah adalah 18,5 parsec atau Speed = 0.17 x 149.6 million Km x Tang (0.0.0000975 Deg)/ Sec = 43 km/detik = 156.000 km/detik, dan ini artinya lebih cepat dari kecepatan cahaya yang bergerak sekitar 186.282 milidetik. (Pembahasan lengkap mengenai kecepatan komet ini lengkap dengan berbagai hasil analisa dan perhitungan parallaxnya silahkan akses situs : Amtsgymnasiet and EUC-Syd in Sonderborg Astronomy dialamat : http://www.ags.dk/as/ags2.htm )
* Contoh kedua adalah komet Halle-Bop memiliki kecepatan pada titik perihelion sebesar = 98,000 miles per jam dan kecepatan pada titik aphelion sebesar = 250 miles per jam (acuan : silahkan akses situs : http://www.sipe.com/halebopp/facts.htm [Comet Hale-Bopp Facts and Faq])
Benda angkasa yang terlihat meluncur sangat cepat adalah meteor (hanya tampak dalam hitungan detik) tapi ini terjadi di atmosfir kita dan bukan berada di antara bintang-bintang yang sangat jauh.
Kecepatan komet sama seperti benda-benda angkasa lainnya. Bahkan bila dilihat dari bumi, komet tampak seperti diam sehingga bisa kita saksikan selama beberapa minggu (bagian lain tulisan anda membenarkan hal ini), seolah-olah tidak bergerak bila dibandingkan dengan bintang-bintang yang menjadi latar belakangnya.
Benda angkasa yang terlihat meluncur sangat cepat adalah meteor (hanya tampak dalam hitungan detik) tapi ini terjadi di atmosfir kita dan bukan berada di antara bintang-bintang yang sangat jauh.
* Meteor adalah batu-batuan di angkasa. Biasanya, mereka teramati di antara orbit Mars dan Yupiter. Beberapa diantara mereka, diameternya mencapai 1,000 kilometer (620 mile). Meteorit adalah benda langit padat yang jatuh ke bumi dari angkasa. Kepingan batu, atau campuran batu dan besi, terpisah dari meteor atau komet.
Misalnya suatu ketika bumi melintasi awan debu yang tersisa dari komet, benda dalam awan debu tersebut akan terbakar di atmosphere. Mereka terbakar ketika memasuki atmosfer bumi dan meninggalkan garis terang cahaya di langit. Inilah yang dinamakan meteor. Kadang-kadang, jika mereka tidak habis terbakar, meteor akan menumbuk bumi. Meteor-meteor yang dapat mencapai bumi dinamakan aerolit atau meteorit.

Meteorid juga merupakan benda 'kecil' yang berada di dalam ruang antar planet, memiliki ukuran diameter dengan orde hanya beberapa puluh meter saja. Jika sebuah meteorid memasuki atmosfer Bumi, akan tampak seperti garis lurus yang melintas di langit. Fenomena ini dikenal sebagai meteor (shooting stars). Beberapa tipe dan ukuran batu meteor antara lain mikrometeorit, dengan diameter berukuran sangat kecil (< 1 mm). Mikrometeorit ini diduga berasal dari komet. Sementara batu meteor yang berukuran lebih besar (diameter >1cm), kemungkinan berasal dari pecahan asteroid.
Akibat peristiwa jatuhnya meteor di permukaan Bumi, dapat terbentuk kawah meteor, yang terbesar dapat disaksikan di Arizona. Kawah tersebut merupakan akibat kejatuhan meteor yang sangat besar di permukaan Bumi, yang terjadi sekitar 25000 tahun yang lalu.
Meteor kadang-kadang tampak dalam jumlah yang besar, sehingga dikenal dengan sebutan hujan meteor (meteor shower). Sekitar tanggal 14-21 November, dapat diamati meteor shower Leonids. Komet induk dari Leonids, yakni komet 55P/Tempel-Tuttle, ditemukan kembali pada tanggal 4 Maret 1997.
/
Komet bukan 'diduga' tapi sudah 'terbukti'. Misalnya, bahwa materi penyusun inti komet (diantaranya) adalah batuan sudah kita ketahui bersama. Bukti yang mudah adalah adanya fenomena meteor yang (sebagian) berasal dari hamburan materi penyusun komet yang kemudian tertabrak bumi (tapi tentunya terbakar di atmosfir terlebih dulu). Segelintir hamburan/pecahan terkadang tidak habis terbakar sehingga jatuh ke bumi, kita kenal sebagai (batu) meteorit.
Selain itu, para ilmuwan telah mengirimkan wahana Stardust yang ditugaskan untuk mendekati sebuah komet dan secara fisik mengumpulkan "debu" komet untuk kemudian dipulangkan kembali ke bumi. Proses sampling telah berhasil dilakukan dan insya Allah awal tahun 2006 sampel tersebut akan dikembalikan ke bumi. Saya sendiri tidak akan terkejut bila sampel yang dipulangkan ternyata adalah benar-benar berupa... "debu" seperti klaim para ilmuwan selama ini!
* Setidaknya sampai sekarang (2005) para ilmuwan belum berhasil memeriksa material komet tersebut secara langsung dilaboratorium, karenanya sementara ini menjadi satu kepastian adalah lebih bijak jika dipergunakan kata 'DIDUGA'.
Kemudian --sekedar koreksi-- semua orbit benda-benda angkasa adalah lonjong (ellips) termasuk orbit planet dan bumi kita, bulan, dll. Yang membedakan hanyalah parameter ellips tersebut. Ada yang "moderat" dan ada yang "ekstrim". Maha Besar Allah, tampaknya semua benda-benda angkasa melakukan "thawaf".
* Tidak semuanya berbentuk ellips, beberapa garis orbit komet ada yang berbentuk parabola, lingkaran dan hyperbola (acuan : silahkan akses situs : http://www.jimloy.com/astro/comets.htm Long Period Comets)
/
Komet tampak besar pada waktu mendekati matahari karena inti komet "berpendar", termasuk menampakkan ekor yang panjangnya bisa mencapai ratusan juta kilometer. Bila sudah jauh dari matahari, komet "kembali ke ukuran asli" yaitu berupa bongkahan yang umumnya berukuran beberapa kilometer saja.
Bila inti komet Halley benar berukuran ribuan kali matahari bisa jadi matahari dan planet-planetlah yang akan terseret komet tersebut dan proses kiamat seperti yang anda utarakan sudah mulai terjadi. Tapi kenyataannya? Selama berabad-abad (bahkan lebih!) secara rutin komet tersebut mendekati bumi & matahari (lintasannya ellips!) dan alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Klaim bahwa komet Halley berukuran "raksasa" tidak berdasar.
/
* Pertama : Komet Halley bukan satu-satunya komet yang besar, NASA menemukan komet besar lainnya yang diberi nama Komet Catalina 2005 JQ5 yang orbitnya tidak beraturan.
Perhitungan menggunakan software orbit objek yang dilakukan tanggal 26 Mei lalu, menyatakan bahwa Catalina sedang bergerak ke arah yang mungkin bisa menimbulkan tabrakan dengan Bumi, walau kemungkinannya sangat kecil, yakni 1 banding 300.000. Bila arahnya tepat, ia akan menabrak Bumi tanggal 11 Juni 2085. Berdasarkan ukurannya yang cukup besar, tabrakan itu akan menghasilkan tenaga sebesar 6 gigaton, atau setara dengan ledakan 6 milyar ton TNT.

Para astronom berharap perhitungan yang akan dipertajam mengenai jalur objek itu akan menghasilkan kepastian. Tentu saja diharapkan Catalina tidak akan menabrak Bumi.

Meski demikian, data-data terakhir yang terkumpul justru bicara sebaliknya: jalur komet ini ternyata makin dekat dengan Bumi dan seolah menjadikan Bumi sebagai sasarannya. Ia diperkirakan akan menghantam Bumi pada diameter 400 kilometer dari pusat Bumi. Padahal diameter Bumi sendiri adalah 12.700 kilometer.
Kita lihat saja nanti bagaimana
/
Bukan menentang Al Qur'an, tapi argumentasi anda kurang kuat untuk mendukung pendapat bahwa komet adalah "pemain utama" pada peristiwa kiamat. Tampaknya komet diciptakan dengan maksud dan tujuan yang lain.
/
* Namanya teori ya memang tidak ada yang pasti, namun asumsi ini rasanya masih cukup beralasan ditinjau dari beberapa sisi ilmiahnya, paling tidak dalam skala kecil, komet rasanya lebih dari mampu untuk menghancurkan semua kehidupan dimuka bumi kita ini seperti yang dialami oleh para Dinosaurus dijaman purba.
Btw. menurut anda sendiri kira-kira apa tujuan dan maksud penciptaan komet ?
/
Seandainya komet membentur matahari (dan ini biasa terjadi!) maka komet tersebut akan "ditelan" oleh matahari. Tidak ada dampak apapun dimana matahari tetap bersinar seperti biasa. Lain halnya bila yang membentur matahari adalah komet "raksasa" tapi sampai saat ini belum ada teori yang mendukung. Komet yang kita kenal dewasa ini sangat kecil. Sekedar perbandingan, bila matahari dianggap sebesar bola basket, maka (inti) komet lebih kecil dari sebutir debu.
/
Kita ikuti saja dulu hasil observasi yang dilakukan oleh para Astronom, kita belum bisa memastikan ya dan tidaknya, ada atau tidaknya komet tersebut sekarang, jika belum ada teori yang mendukung maka bukan berarti teori tersebut tidak akan pernah ada, iyakhan.
/
Sebetulnya sudah merupakan hal biasa bila komet "ditelan" matahari.
* Mungkin bisa kasih saya referensi mengenai hal ini ?
Sekali lagi di sini saya sangat meragukan klaim anda tentang komet penyebab kiamat.
* Anda berhak untuk ragu kok ... saya hormati keraguan anda.
Atas dasar hal tersebut saya berpendapat bahwa wacana yang anda utarakan --selain mengandung sejumlah hal yang kontradiktif--
* Mungkin terlalu kontradiktif menurut anda, tetapi sebenarnya tidak demikian khan.
sangat spekulatif sehingga korelasi, penafsiran dan penjabaran yang anda buat terhadap ayat-ayat Al Qur'an dengan sendirinya sangat bisa dipertanyakan.
* Spekulasi adalah seni dari hidup ini, karena memang ilmu manusia nyaris tidak ada yang pasti, namun ini tidak harus menjadi alasan untuk menutup diri mengkorelasikan tafsir al-Qur'an dan ilmu pengetahuan, bagi saya adalah lebih baik saya mencoba mencari penjelasan yang lebih masuk akal dari pada harus bertaklid dengan sesuatu yang justru tidak bisa saya mengerti, dan ini salah satu bagian dari belajar dan mencari tahu.
Meskipun demikian, semangat anda untuk terus menimba ilmu dan mencari kebenaran patut diacungi jempol.
Senang bisa membaca tulisan anda.
* Terimakasih.
Maaf kalau tanggapan saya kurang bisa diterima atau barangkali juga mengandung kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna.
* Saya justru senang bisa mendapatkan sahabat yang mau melakukan kritik, memang tidak ada manusia yang sempurna, kita hanya bisa mencoba menggapai pendekatan kearahnya saja.
Salam dari kota Malang
Rafri
* 'Alaykumsalam Wr. Wb.
Armansyah - Palembang

Wassalam,

Armansyah
Copyright© 2006, Armansyah  http://armansyah.swaramuslim.net  armansyah_skom@telkom.net

Monday, December 6, 2010

tin dan zaitun

Judul tersebut diatas saya pilih untuk menjawab syubhat yang ditulis oleh tamu-tamu milis ini, dengan mengajukan pertanyaan yang cukup provokatif seperti ”Mengapa Allah dalam Al-Quran bersumpah dengan nama hasil ciptaanNya seperti bersumpah demi buah Zaitun dan buah Tin, apa Allah kurang kerjaan” – Astagfirullahalazim….

Bukannya saya bermaksud menggurui rekan-rekan yang sudah mengetahui manfaat buah Tin dan Zaitun, tetapi saya hanya ingin menambahkan informasi tentang manfaat kedua buah-buahan tersebut diatas.

”Demi buah Tin dan buah Zaitun, …… ( Ath-Thiin 1-3)

”Dan (kami jadikan) pohon yang tumbuh di Thursina (zaitun) yang menghasilkan minyak dan bumbu untuk orang-orang yang makan”.

Mengapa Allah SWT bersumpah demi buah Tin dan buah Zaitun?

Pertanyaan diatas bagi seorang ilmuwan yang berkecimpung dalam bidang Nutrisi adalah suatu tantangan untuk mengungkap manfaat apa yang terkandung dalam kedua buah-buahan tersebut diatas.

Buah Zaitun

Ilmu Pengetahuan menyatakan bahwa pohon zaitun merupakan pohon sebangsa kaya yang berumur panjang untuk masa yang lebih dari seratus tahun. Ia menghasilkan buah secara terus-menerus tanpa harus menguras tenaga manusia, sebagaimana ia akan selalu nampak hijau dan indah bila dipandang.

Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa buah zaitu tergolong zat makanan yang bagus. Di dalamnya terdapat kadar protein yang besar, sebagaimana ia memiliki kadar garam yang mengandung kalsium, zat besi, dan fosfat. Ini merupakan zat-zat penting dan vital yanh dibutuhkan oleh tubuh manusia., apalagi zaitun juga mengandung vitamin A dan B.

Dari buahnya dapat dikeluarkan minyak zaitun yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan sistem peredaran darah (jantung).

Minyak zaitun secara keseluruhan mampu mengungguli segala jenis minyak nabati maupun hewani. Karena ia tidak akan mengakibatkan penyakit pada saluran darah atau urat nadi, seperti yang diakibatkan oleh jenis minyak lain.

Disamping itu, minyak zaitun juga dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik dan sabun dengan kualitas tinggi, karena sifatnya yang mampu menghaluskan kulit.


Buah Tin

Tin adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis alkalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.

Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah karbohidrat, protein, dan minyak. Buah Tin juga mengandung yodium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta asam malic dan nicotinic.

Hasil penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah Tin termasuk buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok sebagai obat penyakit anemia. Disamping itu buah Tin juga mengandung kadar glukosa yang cukuptinggi.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan buah Zaitun dan buah Tin yang terbukti secara ilmiah mengandung manfaat yang sangat luar biasa.

Akhirulkalam saya cuplikkan QS 3:191 sebagai bahan renungan bahwa Allah tidak akan menciptakan sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia.

ORANG - ORANG YANG MENGINGAT ALLAH SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK ATAU DALAM KEADAAN BERBARING DAN MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI ( SERAYA BERKATA ) : " YA TUHAN KAMI , TIADALAH ENGKAU MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA – SIA , MAHA SUCI ENGKAU , MAKA PELIHARALAH KAMI DARI SIKSA NERAKA . "

Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup

Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam?

Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.

Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.

Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.

Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.

Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.

Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Temuan G. R Tibbets
Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.

“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.

Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.

Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).

Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.

Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.

Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.

Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.

Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!

Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.

Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.

Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.

Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai (Rz/eramuslim)


Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.

Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).

Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).

Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.

Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.

Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an, karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.

Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.

Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Qur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.

Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).

Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an.

Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.

Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2, 5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.

Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..

Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.

“Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu,” ujar Mansyur yakin.

Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).

Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.

Gujarat Sekadar Tempat Singgah
Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.

Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.

Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.(Rz, Tamat/eramuslim)





- kompilasi chm : www.pakdenono.com - juni 2007-

Sunday, July 4, 2010

PBB Musuh Islam?

Sumber : Hizbut Tahrir Malaysia

Penubuhan negara Yahudi Zionis Israel telah diusahakan oleh Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) melalui sebuah resolusi bertajuk United Nations Partition Plan for Palestine atau United Nations General Assembly Resolution 181 (II) Future Government of Palestine yang telah laksanakan oleh Sidang Umum PBB pada 29 November 1947. Ia dipersetujui oleh 33 negara, ditentang oleh 13 negara dan sebanyak 10 negara berkecuali.

Resolusi itu selanjutnya mahukan Mandat British berakhir pada 1 Ogos 1948, iaitu mereka mahukan kerajaan British keluar daripada wilayah tersebut sebelum penubuhan negara Yahudi dapat dilakukan dengan membahagikan sebahagian tanah wilayah umat Islam di Palestin kepada wilayah yang diduduki oleh kaum Yahudi dan wilayah yang diduduki oleh umat Islam.

Rancangan tersebut telah ditentang oleh negara-negara Arab ketika itu. Dan selepas tentera British mengundurkan diri dari Palestin, negara-negara Arab berperang menentang aksar Yahudi pada Mei 1948 yang menyaksikan tentera Arab kalah dan kaum Yahudi mengisytiharkan negara Israel didirikan pada bulan Mei 1948. Peristiwa tersebut telah menyebabkan beratus-ratus ribu umat Islam meninggalkan kampung halaman mereka dan peristiwa tersebut dikenali sebagai Nakba, yang juga telah mengakibatkan kebanjiran kaum Yahudi dari seluruh dunia ke wilayah Palestin yang menjadikan penduduk Yahudi yang dulunya kaum minoritu menjadi kaum majoriti di wilayah Palestin selepas penubuhan Israel pada 1948. Hakikatnya, PBB telah mengetuai negara-negara kuffar memulakan sengsara ke atas umat Islam di Palestin sehingga sekarang.

Dalam peristiwa lain, pada tahun 1995 ketika perang Serbia dan Bosnia, PBB bertanggungjawab mengakibatkan seramai 8,000 penduduk muslim Bosnia di bandar Srebrenica termasuk wanita dan kanak-kanak telah dibunuh secara rambang oleh tentera Serbia. Pembunuhan ini dilakukan melalui suatu persetujuan oleh tentera Serbia dengan tentera pengaman PBB yang terdiri dari askar-askar Belanda, walaupun bandar Srebrenica telah diisytiharkan oleh PBB sebagai kawasan selamat. Salah seorang mangsa yang terselamat daripada pembunuhan beramai-ramai tersebut, Hasan Nuhanovic berkata, “Kaum keluarga saya yang telah dipaksa keluar daripada pangkalan tersebut oleh tentera Belanda telah diserahkan kepada tentera Serbia”, menurut laporan dari Islamonline.net pada 16 Jun 2008 [Rujukan http://www.islamonline.net, diakses pada 8 Jun 2010]. Kaum keluarga Hasan telah dibunuh oleh tentera Serbia semasa kejadian tersebut.
PBB adalah pertubuhan yang bertanggungjawab secara langsung membunuh umat Islam di Palestin dan Bosnia serta banyak lagi tanah kaum Muslimin. Berapa ramai lagikah umat Islam yang akan menjadi mangsa PBB secara langsung atau tidak langsung? Apa yang amat menyedihkan adalah masih ada sesetengah umat Islam dan pemimpin negara umat Islam yang masih mahu mendapatkan penyelesaian daripada PBB, tanpa memerhatikan asal-usul dan realiti sejarah penubuhan PBB.

Selagi umat Islam terus menerus mengharapkan PBB, selama itulah umat Islam akan terus dikeroyok, sebagaimana yang dijelaskan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang berbunyi:

Daripada Tsauban r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; "Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dun seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka". Maka salah seorang sahabat bertanya "Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?" Nabi saw. menjawab, "Bahkan kanu pada hart itu banyak sekali, tetapi kanu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan"'.

Seorang sahabat bertanya, "Apakah wahan itu wahai Rasulullah?" Nabi kita menjawab, "Cinta pada dunia dan takut pada mati".

Beranikah anda berjuang berdepan musuh sebagaimana adik kita di Palestin?

Friday, June 4, 2010

…SABDA JUNJUNGAN MENGENAI AKHIR ZAMAN…

Daripada Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma berkata: Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam berhadap kepada kami (pada suatu hari) lalu beliau bersabda: "Wahai kaum Muhajirin, 5 perkara jika kamu telah ditimpakan bala dengannya (jika kamu telah mengerjakannya), maka tiadalah kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah Ta'ala, semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkata itu ialah:

  1. Tidak nampak perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani melakukannya secara terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa penyakit taun yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.


 

  1. Dan tiadalah mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpakan bala dengan kemarau dan kesusahan mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka.


 

  1. Dan tidaklah mereka menahan akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tiadalah binatang (yang hidup di permukaan bumi ini) sudah pasti mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah Ta'ala.


 

  1. Dan tiadalah mereka memungkiri janji Allah dan rasulNya kecuali Allah akan menjadikan musuh mereka menguasai mereka, maka musuh itu akan merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.


 

  1. Dan apabila pemimpim -pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Qur'an dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka (disaat itu) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri"


Thursday, June 3, 2010

“…..Wasiat Dr.Abdullah Azam…..”Sumbangan nuratie pada Tuesday, May 04 @ 13:52:52 MYT

Sesungguhnya kecintaan kepada jihad telah menguasai kehidupanku, diriku, perasaanku, hatiku dan seluruh deritaku. Mereka yang memasang cita2 yang tinggi (untuk melihat kemenangan Islam ) tanpa membuat apa2 persediaan adalah merupakan mereka yang berjiwa kecil dan tidak mahu serta tidak mungkin sampai ke kemuncak perjuangan dan tidak akan berjaya menuju ke matlamatnya…



Aku tidak nampak apa2 perbezaan diantara mereka yang meninggalkan jihad dengan mereka yang meninggalkan solat,puasa dan zakat….

Wahai kaum muslimin….

Kehidupan kalian adalah jihad ,Kemuliaan kalian juga berasal dari jihad Dan kewujudan kalian di atas muka bumi ini juga, terikat dengan ikatan yang berpanjangan dengan jihad….Sesungguhnya mereka yang menyangka bahawa agama Allah akan tertegak tanpa jihad,tanpa peperangan ,tanpa darah dan air mata….maka mereka yang ragu2 itu sebenarnya tidak memahami tabiat agama ini….Kejarlah "Kematian" kerana ia akan memberikan kehidupan yang hakiki.. Hindarkanlah diri dari merasa hebat dengan jumlah kitab yang dibaca….Jangalah merasa megah dan mencukupi dengan solat2 sunat yang telah kalian biasakan itu….

Wahai para ulama….

Majulah kalian untuk memimpin generasi ini yang dahagakan untuk kembali kepada tuhannya….Jangan kalian terbelenggu atau cenderung kepada dunia….Jauhi janji manis pemberian dan sogokan serta hidangan pemerintah, kerana sesungguhnya ia menggelapkan hati dan mematikan fikiran serta menjadi benteng hubungan kalian dengan masyarakat….

Wahai muslimat …


Jauhi kemewahan kerana ia adalah musuh kepada jihad… Ia juga pembinasa diri manusia….Oleh itu janganlah menunjukkan sesuatu yang berlebihan….cukuplah seqadar keperluan sahaja….

Didik dan latihlah anak2 kalian dengan kegagahan dan kejantanan serta kepahlawanan dan jihad….Jadikan rumah2 kalian sebagai kandang2 singa dan bukan reban ayam yang menunggu gemuk untuk disembelih oleh toghut.Tanamkan ke dalam jiwa anak2 kecintaan kepada jihad ,keinginan kepada medan perang dan lapangan yang penuh dengan keributan jihad….

Wahai anak-anak….

Biasakanlah diri kalian dengan "nyanyian" dan alunan letupan peluru dan dentuman senjata2 berat serta gegak gempita jet2 pejuangan serta kereta2 kebal….Jauhilah nyanyian2 yang lembut dan muzik2 yang mengasyikkan serta hamparan permaidani merah….

Wahai isteriku….

Lazimilah sifat zuhud ,nescaya engkau akan dikasihi Allah dan berzuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia (jangan meminta-minta) nescaya engkau akan dikasihi mereka….

Ketahuilah bahawa Al-Quran adalah bekalan yang paling berharga sertqa panduan sepanjang hayat….Seterusnya Qiamullail dan puasa serta beristighfar dan bertaubat dinihari akan mendatangkan kejernihan pada hati dan kemanisan serta hubungan yang baik dalam beribadah….

Akhir sekali,aku sangat2 berharap agar Allah Taala akan menemukan kita disyurga firdaus seperti mana dia menemukan kita di dunia ini….ada pun kalian anak2Ku….Sesungguhnya kalian tidak pernah bermesra denganku melainkan hanya sebentar cuma .terlalu sedikit tarbiah yang sempat ku berikan kepada kalian .Ya, aku terlalu sibuk dengan urusan jihad daripada tinggal bersama kalian….

Demi Allah….aku tidak sanggup berkurung di dalam sangkar bersama kalian seperti ayam bersama2 anak2nya .Aku tidak mampu hidup dengan menyejukkan diri sedangkan kepanasan api dugaan dan ujian membakar hati2 umat Islam….Aku tidak rela tinggal bersama kalian sepanjang masa sedangkan realiti umat Islam kini telah mengoyak rabak jiwa setiap mereka yang mempunyai hati dan akal yang waras….

Benar2 tidak bermaruah jika aku tinggal dalam limpahan kenikmatan….diangkat satu hidangan dan dituruti pula dengan satu hidangan yang lain ,sedangkan umat Islam menderita saban hari .Dengan ini juga aku berwasiat kepada kalian supaya berpengang teguh dengan aqidah salafus salih (Sunnah Wal Jamaah) dan janganlah kalian menuruti hawa nafsu….

Aku juga berpesan kepada kalian supaya membaca Al-quran ,menjaga lidah ,qiamullail ,berpuasa sunat ,berkawan baik dan….sama2 berkerja dan mendokong gerakan Islam ….Janganlah kalian meminta izin dari sesiapa untuk keluar berjihad pada jalan Allah….Lontaran dan tembakan kalian adalah terlabih baik dan aku sukai….

***….Sesungguhnya As Syahid Abdullah Azzam telah bersikap benar dan telah menunaikan janji2 kepada Allah untuk berjuang membela agama dan meletakkan kalimah Allah di tempat yang paling tinggi .As Syahid telah berdagang sekian lama dan akhirnya….pada 24 November 1989 dagangannya telah dibeli oleh Allah….***

AL-FATIHAH…….

Siapakah Firqah Najiyah?

Diriwayatkan dalam kitab sahih dan musnad, juga oleh penulis yang tulisannya berkaitan dengan masalah al-Milal wan-Nihal, dari Nabi Mulia SAWA bersabda:
"Sesungguhnya umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan (firqah)." Hadith ini amat mashyur di kalangan mutakallimin, penyair dan pujangga. Akan tetapi kini mesti dilakukan penyelidikan hadith tersebut lebih lanjut secara teliti, dan cermat:
1.Hadith tersebut yang dinukilkan dengan sanad yang sahih, apakah dapat dijadikan hujah atau tidak?
2. Nas manakah yang disabdakan oleh Nabi SAWA, sementara nas-nas hadith tersebut berlainan matanya.
3. Dari sekian banyak firqah, yang manakah yang dimaksudkan sebagai firqah najiyah (selamat) sedangkan Nabi Mulia SAWA telah memberitakan hanya satu firqah sahaja yang selamat sebagaimana yang akan dijelaskan nanti.
4. Kemudian firqah-firqah apakah yang jumlahnya 72 itu, sebagaimana telah diberitakan oleh Nabi SAWA tentang kemunculannya setelah beliau wafat? Dan apakah firqah-firqah atau kelompok-kelompok Islam yang ada hingga kini sudah mencapai jumlah tersebut. Untuk lebih jelas, mari kita membahas keempat persoalan di atas.
Sanad Hadith
Hadith tersebut yang dirawikan dalam kitab sahih dan musnad telah disebutkan dengan pelbagai sanad yang berlainan. Dalam buku berjudul Takhrij Ahadith al-Kasyshaf oleh Hafizh Abdullah ibn Yusuf ibn Muhammad al-Zaelaqi al-Mishri (wafat tahun 762H) telah berupaya menghimpun dan menulis berbagai sanad serta matanhadith tersebut. Lalu dia mengamati dan menganalisis hadith tersebut, baik dari segi sanad ataupun matannya, yang hal itu belum pernah dilakukan oleh ulama sebelumnya.
Meskipun masalah pengumpulan sanad-sanad hadith berada diluar perbahasan ini, namun untuk itu amat perlu kami huraikan secara umum.
Sebahagian ulama tidak menyakini kesahihan hadith tersebut, seperti Ibn Hazm. Dalam kitabnya berjudul al-Fashl fil-Ahwa' wal-Milal, Ibn Hazm mengatakan:"Mereka yang mengutip hadtih Rasulullah SAWA seperti:"Bahawa kaum Qadariyyah dan Murji'ah termasuk kelompok umat Majusi." Dalam hadith yang lain:"Umat ini akan berpecah menjadi 70 firqah, kesemuanya masuk neraka kecuali satu firqah yang masuk syurga." Selanjutnya kata Ibn Hazm kedua hadith tersebut jika ditinjau dari segi isnadnya tidak sahih sama sekali. Maka hadith semacam itu tidak dapat dijadikan sandaran hujah bagi yang mengatakan bahawa hadith itu disampaikan secara khabar wahid, apa lagi yang tidak menyakini seperti itu" [Al-Fashl fil-Ahwa' wal-Milal, juzuk I, hlm.248] Sebahagian lain menyakini kesahihan hadith di atas dengan alasan kerana panjangnya sanad. Dalam kitab berjudul al-Farq Bainal Firaq, muhaqqiq Muhyiddn menulis:"Ketahuilah, bahawa ulama telah berbeda pendapat dalam menentukan kesahihan hadith tersebut. Sebahagian berpendapat hadith itu sama sekali tidak sahih kerana ditinjau dari segi isnad hadith dan dari segi isnad yang merawikan hadith itu dinilai sebagai dhaif. Dan hadith seperti itu tidak boleh dijadikan hujah. Sebahagian berpendapat sahih dengan melihat sejumlah rantai periwayatan hadith yang cukup memadai serta banyaknya sahabat yang telah meriwayatkan hadith itu dari Rasulullah SAWA"[Al-Farqu Bainal-Firaq, hlm.7-8]
Al-Hakim an-Nisaburi juga meriwayatkan hadith itu dengan sanad sahih yang diabsahkan oleh syaikhain (Abu Bakar dan Umar). Hadith itu mengatakan:"Telah memberitakan kepada kami Ahmad ibn Muhammad ibn Salamah Al-Anzi. Telah berhadith kepada kami Uthman ibn Said al-Darimi, Amru ibn Aun dan Wahb ibn Baqiyyah Al-Wasitihiyan. Telah berhadith kepada kami Khalid ibn Abdullah, dari Muhammad ibn Amar dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAWA bersabda:"Umat Yahudi berpecah menjadi 71, atau 72 firqah. Dan umat Nasara berpecah menjadi 71 atau 72 firqah. Umatku berpecah menjadi 73 firqah." Hadith tersebut sesuai dengan persyaratan Muslim, namun keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya."[Al-Mustadrak ala-Sahihain, Juzuk I, hlm.128]
Adz-Dzhabi menafikan kesahihan hadith itu kerana pada serangkaian sanadnya ditemui nama Muhammad ibn Amru yang tidak boleh dijadikan hujah tetapi dirangkaikan dengan sederetan perawi lainnya (yang dipercayai sehingga terangkat kerananya).[At-Tahsir fid-Din, hlm.9]
Lantaran itu, jika keadaan sanad yang diupayakan oleh al-Hakim dikategorikan sebagai sanad sahih, lalu bagaimana keadaan seluruh deretan sanad yang lain. Padahal ia telah dirawikannya dengan serangkaian sanad yang berlainan. Ia mengatakan:"Hadith ini telah dirawikan dari Abdullah ibn Amr ibn al-As, dan dari Amr ibn Auf al-Muzani dengan dua isnad yang terpisah salah satunya Abdul Rahman ibn Ziyad al-Afriqi dan yang lainnya adalah Katsir ibn Abdullah al-Muzani, yang tidak boleh berhujah dengan keduanya."[Al-Mustadrak ala-Sahihain, Juzuk I, hlm.128] Demikianlah keadaan hadith yang telah dikutip oleh al-Hakim dalam Mustadraknya.
Adapun mengenai hadith yang dirawikan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dalam Sunannya serta Ibn Majah dalam sahihnya, as-Syeikh Muhammad Zahid al-Kautsari dalam kitabnya menulis:"Adapun hadith yang dirawikan dalam sahih Ibn Majah, Sunan al-Baihaqi dan selainnya pada sebahagian sanadnya dijumpai nama Abdul Rahman ibn Ziyad ibn An'am. Pada sebahagian yang lain didapati nama-nama seperti Katsir ibn Abdullah, Ibad ibn Yusuf, Rasyid ibn Saad dan al-Walid ibn Muslim. Pada sebahagian yang lain ditemui nama orang-orang yang tidak dikenali (majahil), sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab kumpulan hadith. Dalam kitab Takhrij Ahadiths al-Kasysyaf, al-Hafizh Az-Zaelaqi menghuraikan ehwal jalannya sanad hadith tersebut secara muwassa' (terperinci)."[At-Tabshir fid-Din, hlm.9]
Demikianlah apa yang dikatakan oleh sebahagian orang mengenai keadaan sanad hadith. Dan yang membuat lemahnya sanad adalah kerana banyaknya pengutipan dan periwayatannya, yang sederetan sanadnya berlainan. Sementara ulama shiah as-Saduq dalam Khisal, menyebut hadith ini dibawah judul Bab Tujuh puluh ke atas.[Al-Khisal, Juzuk 2, hlm.584] Begitu juga Al-Allamah al-Majlisi dalam Biharnya [al-Bihar, juzuk 28, hlm. 2-36] Boleh jadi, usaha pengutipan sejumlah itu membenarkan kita untuk berargumentasi dengan hadith ini.
 
 
Ikhtilaf Dalam Nas-nas Hadith
Pada pembahasan sebelum ini telah kami singgung pertentangan beberapa nas hadith. Sebab paling tidak, keganjilan itu adalah adalah akibat kemusykilan sanadnya. Ikhtilaf persoalan ini membawa kerumitan ke pelbagai segi yang beraneka ragam, yang tidak mungkin dapat berpegang pada salah satunya. Berikut ini adalah penjelasan perselisihan-perselisihan tersebut.
 
 
Ikhtilaf Dalam Bilangan Firqah
Al-Hakim meriwayatkan bahawa jumlah firqah Yahudi dan Nasrani adalah 71 dan 72. Sementara Abdul Qahir Al-Baghdadi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Abu Hurairah:"Umat Yahudi berpecah menjadi 71 firqah, sedangkan umat Nasrani berpecah menjadi 72 firqah."
Dan dalam waktu yang sama al-Baghdadi merawikan dengan sanad yang lain,"Bahawa Bani Israil berpecah menjadi 72 millah." Kemudian, al-Baghdadi menjelaskan secara lanjut:"Sungguh akan datang suatu (malapetaka yang akan menimpa) atas umatku sebagaimana keadaan itu pun menimpa atas umat Bani Israil, iaitu Bani Israil akan berpecah menjadi 72 millah, sedangkan umatku (kelak) akan berpecah menjadi 73 millah." Sementara ada riwayat dengan sanad yang berbeda pula mengatakan bahawa Bani Israil berpecah menjadi 71 firqah.[Al-Farqu Bainal-Firaq, hlm.5] Jika melihat kedua kutipan yang terakhir, maka yang dimaksudkan Bani Israil adalah lebih umum dari sekadar umat Yahudi dan Nasrani. Dengan demikian, jumlah bilangan firqah 72 adalah benar. Memang pada kutipan terakhir dapat ditafsirkan sebagai khusus bagi umat Yahudi dan Bani Israil.
 
 
Ikhtilaf Dalam Bilangan Firqah Najiyah (Selamat) dan Halikah (Binasa)
Banyak riwayat menerangkan bahawa firqah yang najiyyah adalah satu, sedangkan selainnya halikah. Al-Baghdadi merawikan hadith yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAWA…"Kesemuanya masuk neraka kecuali satu millah sahaja.[Al-Farqu Bainal-Firaq, hlm.5] Hadith seperti itu juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibn Majah.[Al-Tirmidzi, Juzuk 25, Kitab al-Iman, hlm. 26, hadith 2641]
Sementara itu dalam kitab berjudul Ahsan al-Taqasin fi Ma'rifat al-Aqalim, Syamsuddin Muhammad ibn Ahmad ibn Abu Bakar al-Bisyari (wafat tahun 380H) meriwayatkannya dengan bentuk hadith yang berlawanan. Ia menyebutkan bahawa hadith 72 di syurga dan satu firqah di neraka adalah merupakan isnad sahih. Dan hadith 72 di neraka dan satu firqah najiyyah adalah hadith paling masyhur.
Ikhtilaf Dalam Penentuan Firqah Najiyyah
Berbagai penukilan hadith firqah najiyyah berpijak pada ucapan yang mengatakan bahawa semua firqah di neraka, kecuali satu firqah najiyyah. Dirawikan pula oleh al-Hakim, Abdul Qahir al-Baghdadi, Abu Daud dan Ibn Majah bahawa Rasulullah SAWA bersabda:"Kecuali hanya satum iaitu al-Jama'ah." Atau, "Al-Islam wa Jama'ahtuhum." Al-Tirmidizi [Sunan, Juzuk 5, hlm.26, hadith 2641] dan as-Syahrastani [Al-Milal meriwayatkann-Nihal, hlm.13] bahawa Nabi SAWA memberitakan firqah najiyyah:"Ma ana alahil-Yaum wa-Ashabi(aku pada hari ini dan sahabat-sahabatku)." Al-Hakim merawikan juga bahawa Rasulullah SAWA telah memberitakan batasan tentang banyaknya firqah yang binasa, katanya:"Umatku akan berpecah menjadi 70 firqah, yang paling besar adalah satu firqah iaitu kaum yang melihat segala persoalan dengan rakyunya (pendapatnya sendiri), mengharamkan yang halalnya dan menghalalkan yang haram." Selanjutnya al-Hakim menjelaskan bahawa hadith ini sahih sesuai dengan persyaratan Shaikhain (Bukhari dan Muslim). Namun keduanya tidak meriwayatkannya.
Kemudian penulis buku Rawdah al-Jannah meriwayatkan dari kitab al-Jami' Bainat-Tafasir, bahawa Nabi SAWA telah mendefinisikan firqah najiyyah dengan ucapan:"Hum ana wa-Syi'ati (mereka adalah aku dan syiahku) [Rawdah al-Jannah, hlm.548]
Hadith-hadith di atas menggambarkan dengan jelas berlarutan (ikhtilaf) perselisihan dalam menentukan batasan dan ciri-ciri firqah najiyyah. Untuk mengetahui persoalan itu secara benar dan jelas, sebaiknya ada menyemak huraian berikut.
Siapakah Firqah Najiyyah?
Kini saatnya kita sampai kepada persoalan ketiga, yang meminta perhatian pembaca budiman dengan saksama sehingga pembaca dapat mengikuti perbahasan tentang firqah najiyyah.
As-Syeikh Muhamad Abduh menulis:"Masalah friqah najiyyah yang dikatakan dalam hadith iaitu, ma kana alaihi wa-ashabuhu (yang ada dalam ajaran Nabi SAWA dan sahabat-sahabatnya) yang hingga kini pengertian hadith ini masih kabur dan tidak sorih (jelas) kerana setiap taifah (kelompok) yang taat dan patuh kepada risalah Nabi SAWA sudah tentu akan menonjolkan dirinya sebagai apa yang dimaksudkan oleh hadith tersebut. Selanjutnya kata Syeikh Abduh:"Namun yang membuat hati saya lega kerana adanya hadith yang menyebutkan bahawa firqah yang binasa (halak) adalah satu firqah.[Al-Manar, Juzuk 8, hlm.221-222]
Berdasarkan hal di atas, maka ada dua ciri penting firqah najiyyah; ciri pertama adanya firqah najiyyah dan pada pengertian lain dilambangkan sebagai firqah halak . Dengan demikian, tidak boleh bersandarkan pada hal tersebut kerana:
Dirawikan oleh Ibnu Majah dari Auf ibn Malik bahwa Rasulullah SAWA bersabda:"Kaum Yahudi berpecah….Demi Zat yang diriku ada di tanganNya, sungguh umatku akan berpecah menjadi 73 firqah, satu firqah di syurga sedang 72 di neraka." Siapakah mereka itu Ya Rasulullah? Tanya sahabat."Al-Jama'ah," jawab beliau.[Sunah Ibn Majah, Juzuk 2, hlm.479] Sementara pada riwayat lain Nabi SAWA berkata:"Millah ini akan berpecah menjadi 73. 72 di neraka sedang satu millah di syurga iaitu al-Jama'ah."[Sunan Abu Daud, Juzuk 4, hlm.198; al-Mustadrak, Juzuk I, hlm. 128] Dan setelah mengamati kedua hadith itu, maka hadith yang pertama tampak adanya dhamir jamak dan dhamir mufrad pada hadith kedua. Jadi hal ini menguatkan kembalinya dhamir pada hadith pertama, iaitu ditujukan kepada 72 sedangkan kembalinya dhamir mufrad ditujukan kepada lafadz wahidah. Atas dasar itulah, lafadz al-Jamaah adakalanya dilambangkan sebagai kebinasaan (halak) dan adakalanya dilambangkan sebagai keselamatan (najah). Padahal sebahagian besar nas hadith tidak menyebutkan ungkapan itu. Dan tidak benar jika dikatakan bahawa siperawi tidak mengutipnya, atau melupakannya kerana upaya menyebutkan ciri-ciri firqah najiyyah atau firqah selain itu (halak) merupakan perkara penting dalam perbahasan ini.
Ada juga hadith yang menyebutkan kata al-Islam, yang dikaitkan dengan kata al-jamaah padahal kata al-Islam tidak perlu diberikan tambahan kata al-Jamaah kerana telah terang dan jelas bahawa Islam adalah al-Haqq. Namun yang amat penting adalah mengenali siapa Muslim dan siapa yang tidak.
Ciri yang kedua, riwayat hadith dengan pengertian 'ma ana alahil-yaum wa-ashabi' atau 'ma ana alahi wa-ashabi'. Dalam pada itu lambang najah (keselamatan-kejayaan) jelas sekali. Pertama, pada sebahagian nas riwayat tidak dijumpai adanya tambahan semacam itu. Dan tidak benar jika dikaitkan bahawa siperawi tidak menukilkannya kerana beranggapan hal itu tidak penting. Kedua, satu-satunya ukuran kebinasaan (halak) dan keselamatan (najah) adalah peribadi Nabi SAWA. Adapun mengenai para sahabatnya, tidak boleh menjadikan mereka ukuran pemberi hidayah dan keselamatan. Jadi,jika mereka ternyata membangkang atau menyalahi beliau SAWA sedikit atau banyak, maka tidak mungkin menjadikan mereka contoh teladan pembawa keselamatan. Atas dasar itu, maka sangat menghairan jika perbuatan 'wa as-ahabi' dirangkaikan dengan perbuatan Nabi SAWA. Ketiga, sahabat beliau secara keseluruhannya atau secara majoriti. Jadi, pengertian mafhum yang pertama, dianggapkan tidak ada ikhlilaf sahabat dalam kecenderungan dan sikap politik dan keagamaan mereka setelah Rasulullah SAWA wafat. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Berlaku perselisihan di Saqifah Bani Sai'dah dan peristiwa-peristiwa selepasnya. Dan mafhum yang kedua, iaitu hal yang tidak perhatikan oleh Ahlul Sunnah bahwa majoriti sahabat telah menyalahi pelakuan khalifah ketiga (Uthman bin Affan) yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang Mesir dan Kufah yang disaksikan oleh sebahagian sahabat.
(Memetik satu ungkapan):
"Setiap lelaki menganggap dirinya
pernah berhubungan cinta dengan Si-Laila
namun demikian, Si-Laila
menolak dakwaan mereka".
Dan tentunya menyalahi kenyataan jika 'ashabi' (sahabat) ditafsirkan sebagai majoriti. Menurut dugaan, tambahan itu adalah dari siperawi hadith demi menguatkan kedudukan sahabat dan menjadikan mereka tumpuan satu-satunya barisan sebagai penyuluh hidayah setelah beliau SAWA wafat. Dan saya kira bahawa Rasul al-Hidayah ialah yang dapat memberikan batasan firqah najiyyah dengan ciri-ciri yang terang dan nyata kerana setiap firqah akan menganggap dirinya termasuk 'ma alaihin-Nabi' atau juga 'ma alahi as-ashabuhu.'
Akhirnya kami kutipkan sebuah hadith dari al-Hakim bahwa Nabi SAWA bersabda:"Firqah yang terbesar adalah kaum yang menyelesaikan perkara dengan pendapatnya sendiri (rakyu)." Tambahan itu disisipkan ke dalam hadith oleh sebahagian Muslimin Ahlul Sunnah untuk mengecam ashabul qiyas. Padahal qiyas menurut pengertian usuli (usul fiqh) adalah permasalahan yang belum dikenal pasti oleh para sahabat. Bahkan pada zaman timbulnya hadith iftiraq (hadith 73 golongan di atas), sabda Nabi SAWA yang memberikan batasan tentang firqah binasa tidak dikenal.
 
 
Hadith-hadith Tentang Masa Depan Sahabat
Amat banyak hadih Nabi SAWA yang menerangkan keadaan masa depan sahabat sehingga membuat kami berpaling tidak berpegang pada ajaran dan ideologi mereka, dan tidak menerima kesahihan pada penghujung sebahagian daripada riwayat yang lalu seperti kalimat 'ma ana alaihi wa-ashabi' kerana Nabi SAWA telah memberitakan ehwal mereka setelah peninggalan beliau SAWA seperti mengada-adakan perkara mungkar serta bida'ah yang diharamkan sehingga mereka pun banyak berpaling menjadi murtad. Akibat perlakuan demkian itu mereka dijauhkan dari al-Haudh (di akhirat kelak), dan mereka pun saling menjauhkan diri darinya. Hadith-hadith seperti itu diriwayatkan oleh Syeikhain (Bukhari dan Muslim) dan selainnya. Ibn Atsir juga menghimpunkannya dalam kitab Jamiul Usul pada Bab IV ketika membahas al-Haudh, as-Sirat dan al-Mizan. Berikut ini dikutip sebahagian daripada hadith-hadith tersebut:

  1. As-Syeikhain merawikan dari Abdullah ibn Masud bahwa Rasulullah SAWA bersabda:"Aku akan menjadi pendahulu kamu di telaga al-Haudh. Sungguh, benar-benar akan dihadirkan kepadaku orang-orang di antara kalian, hingga ketika dihulurkan (tanganku) untuk menggapai mereka, mereka malah menjauh ketakutan dariku. Aku pun berkata:'Ya Rabb, (mereka) sahabatku? Allah menjawab:'Sungguhnya engkau tidak mengetahui pelakuan mereka yang mreka lakukan sepeninggalanmu."

  2. Dirawikan oleh Syeikhain bahawa Rasulullah SAWA berkata:"Akan datang mengunjungiku pada hari kiamat sekelompok sahabatku atau (menurut riwayat lain dari umatku). Tetapi mereka dijauhkan dari al-Haudh.Lalu aku bertanya:"Ya Rabb, sahabatku? Dia berkata:'Sesungguhnya engkau tidak mengetahui perlakuan yang mereka lakukan sepeninggalanmu. Pada dasarnya mereka berpaling ke belakang."
Dan masih banyak lagi hadith Nabi Mulia SAWA tentang masalah itu sehingga kita tidak boleh tergesa-gesa mengambil kesimpulan bahawa seluruh sahabat adalah baik dan adil belaka (udul) semata-mata hanya kerana mereka bersahabat dengan beliau SAWA. Dan cukup kiranya mengetahui secara umum melalui fakta kefasiqan, kemurtadan serta bida'ah mereka. Dan pengetahuan umum mengenai keadaan mereka ini membuat kami tidak dapat membenarkan setiap sahabat itu adil, bahawa majoriti sahabat jika bersepakat atas sesuatu persoalan dijadikan sebagai dalil atau bukti kebenaran dan keabsahannya.
Namun hal itu tidak bererti bahawa seluruh sahabat berperangai dan berperilaku sedemikian itu. Banyak di antara sahabat Nabi SAWA yang tsiqah (dipercayai) keadilannya serta golongan muttaqun (bertaqwa).
 
 
Firqah Najiyyah Di Bawah Sorotan Nas-nas Lain
Seandainya Syeikh al-Azhar (Muhammad Abduh) merujuk kepada nas-nas Nabi SAW yang lain nescaya dia akan memperolehi gambaran adanya firqah najiyyah yang jelas kerana nas-nas Nabi SAWA antara satu dengan yang lain saling mengikat, sebahagiannya menerangkan sebahagian yang lain. Dan berikut ini kutipan beberapa hadith Nabi SAWA yang memiliki kaitan yang kuat dan menjelaskan hadith yang lalu.

 
Hadith Ats-Tsaqalain
Rasul bersabda:"Wahai manusia, aku tinggalkan sesuatu yang akan menghindarkan kamu dari kesesatan selagi kami berpegang teguh padanya: Kitabullah dan Itrahku, Ahlul Baytku."[Tirmidzi dan Nasai dalam Sahih mereka; Kanzul Ummalm Juzuk I, hlm.44]
Imam Ahmad Hambali merawikan dari Nabi SAWA bahawa Nabi SAWA bersabda:"Aku tinggalkan kepadamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terentang antara langit dan bumi, dan Itrahku, Ahlul Baytku. Keduanya tidak akan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga al-Haudh."[Musnad, Juzuk 5, hlm.182-189]
Al-Hakim dalam Mustadraknya juga meriwayatkan dari Nabi Mulia SAWA yang berkata:"Aku berasa segera akan dipanggil (oleh Allah) dan aku akan menunaikan panggilan itu. Aku tinggalkan padamu al-Tsaqalain (dua perkara berat) iaitu Kitabullah Azza Wa-Jalla serta Itrahku, Kitabullah, tali penghubung antara langit dan bumi. Dan Itrahku, Ahlul Baytku. Dan sesungguhnya (Allah) Yang Maha Mengetahui telah berfirman kepadaku bahawa keduanya tidak akan berpisah sehingga berjumpa kembali denganku di al-Haudh. Perhatikan baik-baik keduanya sepeninggalanku itu." ."[Mustadrak, Juzuk 3, hlm. 148]
Meskipun nas-nas di atas satu sama lain berbeza matan dan rawinya, namun hal itu tidak berpengaruh sama sekali kerana Nabi SAWA telah berulang kali menyampaikan pesanan-pesanannya itu di beberapa tempat yang berlainan. Di antaranya disebutkan bahawa hadith itu diucapkan Rasulullah SAWA di Arafah pada waktu melakukan Haji Wada'. Kemudian beliau mengucapkan lagi ketika sakit menjelang wafat beliau SAWA di hadapan para sahabat yang memenuhi ruangan kamar beliau SAWA. Lalu beliau pernah jgua mengucapkannya di Ghadir Khum. Ada pula riwayat yang menyebutkan ucapan beliau itu di saat Nabi SAWA pulang dari Taif ketika beliau SAWA berpidato di hadapan para sahabat. Nah, demikian itu Rasulullah SAWA sengaja mengulang-ulangi pesanan itu di pelbagai tempat dan situasi yang tidak lain untuk menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap al-Kitab al-Aziz dan Itrah Tahirah.[Lihat al-Muraja'at, dialog nombor 8].
Mengamati hadith-hadith tersebut yang telah mencapai tingkat mutawatir yang tidak akan ada tandingannya kecuali hadith al-Ghadir yang memandu manusia kepada hukum dan bagi yang tidak berpegang pada kedua-duanya akan tersesat. Jadi, mereka yang berpegang pada kedua-duanya adalah firqah najiyyah.
At-Tabrani telah menukilkan ucapan Rasul SAWA pada penghujung hadith:
"….maka janganlah kamu mendahului keduanya, nanti kamu binasa.Jangan pula kamu ketinggalan dari mereka, nanti kamu celaka. Dan jangan mengajari mereka sebab mereka itu lebih mengerti dari kamu."[As-Sawaiq al-Muhriqah, hlm.135]

 
[Disesuaikan dari buku Al-Milal Wan-Nihal, Syeikh Ja'far Subhani, terjemahan Indonesia, Penerbit al-Hadi, 1997, Bab I, hlm. 6-17]
 

Tuesday, June 1, 2010

Detik-detik Pembantaian Militer Israel terhadap Aktivis Kemanusiaan

Selasa, 01/06/2010 09:50 WIB | email | print | share
Relawan aktivis kemanusiaan mancanegara dalam sebuah konferensi pers beberapa saat sebelum militer Israel menembaki mereka.
Nakhoda kapal bersama dengan anak laki-lakinya yang masih berusia 1 tahun ikut serta dalam rombongan armada kebebasan. Israel membabi buta melepaskan tembakan gas air mata di dalam kapal meskipun ada anak kecil di dalam.
Helikopter tempur Israel mulai mendekati kapal Mavi Marmara.
Pasukan Israel dari dalam helikopter bersiap turun ke dalam pasukan sambil melakukan penembakan secara membabi buta.
Pasukan Israel telah berada di atas kapal dan langsung melepaskan tembakan gas air mata.
Dan korban-korban mulai berguguran akibat ulah brutal militer Israel terhadap aktivis kemanusiaan yang sama sekali bukan militer dan membawa senjata.
(fq/wb)

SEKILAS PANDANG........

Pandangan Qaradawi tentang boikot Israel

December 1, 2008
20 Muharram 1423 AH
4 April 2002
Soalan: Apakah kita dibenarkan membeli barangan dari sumber Israel, sedangkan wang yang kita guna dalam jual-beli itu akan digunakan untuk membantu “jentera peperangan” Yahudi?
Jawapan oleh Sheikh Yusuf Al-Qaradawi:
Membebaskan tanah milik Islam daripada mereka yang menakluk atau menyerangnya adalah merupakan satu Jihad. Jihad ini merupakan suatu yang wajib dan mulia; pertamanya ke atas warga negara berkenaan. Sekiranya warga negara tersebut tidak mampu untuk melawan, maka Muslim dari negara jiran wajib membantu. Sekiranya ini masih tidak mampu juga untuk melawan, maka semua Muslim di dunia ini mesti membantu.
Palestin adalah bumi kepada Kiblat pertama umat Islam, bumi Isra’ dan Mi’raj, bumi kepada Masjid al-Aqsa dan daerah yang dimuliakan ALlah. Penakluk bumi ini merupakan musuh besar kepada umat Islam, dan mereka didokong oleh negara yang terkuat ketika ini – Amerika, juga komuniti Yahudi dari seluruh dunia.
Jihad wajib dilancarkan kepada mereka yang merampas tanah dan menghalau pemiliknya, menumpahkan darah, mengkhianati kehormatan, memusnahkan rumah-rumah, membakar ladang-ladang, dan memusnahkan bumi berkenaan. Jihad merupakan kewajipan yang paling terdahulu dari kewajipan-kewajipan yang lain, merupakan tugas paling utama umat Islam. Muslim mesti melaksanakan jihad, pertamanya kepada pemilik tanah berkenaan, kemudian jiran-jirannya, dan akhirnya seluruh umat Islam. Kita mesti bersatu menentang penjajah. Kita bersatu di dalam Islam, termasuklah kesatuan dalam iman kepada Shari’ah, kesatuan kepada Qiblat, dan kesatuan dalam kesengsaraan dan harapan. Seperti yang difirmankan oleh ALlah: “Sungguh, inilah agama kamu, agama yang satu.” (Qur’an, 21:92).  Allah swt juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mukmin itu bersaudara.” (Qur’an, 49:10).  Dalam satu riwayat Hadith RasuluLlah saw menyatakan: “Orang Islam bersaudara orang Islam, tiada boleh ia menganiayainya, dan tiada boleh membiarkannya (dalam kehinaannya,) dan tiada boleh mendustainya dan tiada boleh menghinakannya.” [Riwayat Muslim].
Hari ini kita melihat saudara dan anak-anak kita di Al-Aqsa dan Palestin mengorbankan darah mereka, menyerahkan jiwa mereka di jalan ALlah. Seluruh umat Islam mesti membantu mereka dengan apa jua kuasa yang mereka ada. (Lihat al-Quran, 8:72).
Sekiranya seseorang meminta bantuan kerana agamanya, kita mesti membantu. Jentera bantuan kepada mereka adalah melalui boikot secara menyeluruh terhadap barangan musuh. Setiap riyal, dirham… dan sebagainya yang digunakan untuk membeli barangan mereka akan akhirnya menjadi peluru-peluru untuk menembak jantung saudara-saudara dan anak-anak di Palestin. Oleh kerana itu, adalah wajib bagi kita untuk tidak membantu mereka (musuh Islam) dengan membeli barangan mereka. Membeli barangan mereka beerti menyokong tirani, penindasan dan kekejaman. Membeli barangan mereka akan menguatkan mereka; tangungjawab kita adalah untuk melemahkan mereka semampu kita. Kewajipan kita juga adalah untuk memberi kekuatan kepada saudara-saudara kita  yang berjuang di bumi barakah ini semaksima yang boleh. Jika kita tidak mampu memberi kekuatan kepada saudara kita, adalah menjadi tugas kita untuk melemahkan musuh. Sekiranya kelemahan musuh tidak tercapai kecuali dengan boikot, maka kita wajib memboikot mereka.
Barangan Amerika, sepertimana barangan “Israel” adalah haram. Adalah haram untuk mengiklankan barangan mereka. Hari ini, Amerika adalah Israel kedua. Mereka membantu sepenuhnya entiti Zionis. Israel tidak mampu merampas tanpa bantuan Amerika. Semua pemusnahan yang dilakukan “Israel” adalah dengan menggunakan duit Amerika, senjata Amerika, dan veto Amerika. Amerika telah berkurun-kurun melakukan semua ini tanpa menerima kesan hukuman atau protes terhadap tekanan dan kedudukan mereka yang mencurigakan daripada dunia Islam.
Kini tibalah masanya untuk umat Islam mengatakan “TIDAK” kepada Amerka, “TIDAK” kepada syarikat-syarikatnya, dan “TIDAK” kepada barangannya yang membanjiri pasaran kita. Kita makan, minum, pakai dan pandu apa sahaja hasil produk Amerika.
Kita semua mesti bersatu menentang penceroboh. Kita bersatu dalam Islam, termasuklah kesatuan iman kepada Sharia’ah, kesatuan kepada Qiblat, dan kesatuan dalam kesengsaraan dan harapan. Allah swt berfirman: Sungguh, inilah agama kamu, agama yang satu.” (Qur’an, 21:92).

‘Ali ra. pernah berkata: “Kamu ada tiga musuh; musuh kamu, kawan musuh kamu, dan musuh kawan kamu”. Amerika hari ini adalah lebih daripada kawan terhadap musuh kita; mereka sanggup mengorbankan diri mereka untuk Israel. Umat Islam seluruh dunia yang mencecah 1.3bilion, mampu memberi kesengsaraan kepada Amerika dan syarikat-syarikatnya dengan memboikot mereka. Ini adalah kewajipan agama kita, dan merupakan jalan ALlah. Setiap orang Islam yang membeli barangan “Israel” atau Amerika, bilamana terdapat pilihan barangan dari negara lain, adalah melakukan suatu yang haram. Mereka melakukan dosa secara jelas, merupakan satu jenayah kepada undang-undang ALlah, yang akan mengundang hukuman ALlah dan kebencian manusia.
Saudara-saudara kita di ”Israel” dan Amerika terpaksa berurusan dengan mereka dan membeli produk mereka. Allah tidak meminta sesuatu di luar kemampuan; hanya apa yang kita mampu.
Allah berfirman: “Maka bertaqwalah kamu kepada ALlah menurut kesanggupanmu” (Qur’an, 64:16).
RasuluLlah saw. pernah bersabda: “Sekiranya aku mengarahkan sesuatu, buatlah sebanyak yang kamu mampu.” Muslim di Amerika harus bekerja dengan syarikat-syarikat yang paling kurang permusuhan kepada Islam, paling kurang bersekutu dengan Zionis. Boikot syarikat-syarikat Zionist sebanyak yang mungkin.
Arab dan dunia Islam lain mesti memboikot semua syarikat-syarikat yang cenderung kepada Zionis dan menyokong Israel, tidak kira apa jua negara asal syarikat tersebut (contohnya Marks & Spencer,) dan mana-mana dari mereka yang menyokong Zionis membantu negara “Israel.” Boikot adalah merupakan senjata yang ampuh, telah digunakan di masa lalu dan kebelakangan ini. Ianya telah digunakan oleh jahiliah Mekah menentang Rasulullah saw. dan para sahabat. Ianya telah memudaratkan mereka; hinggakan mereka terpaksa memakan daun. Ia juga telah digunakan oleh para sahabat untuk melawan jahiliah di Madinah. Kebelakangan ini, kita dapat lihat negara-negara menggunakan boikot dalam perjuangan mereka memerdekakan diri dari penjajahan. Contoh yang terkenal adalah Gandhi yang telah mengarahkan masyarakat India memboikot barangan Inggeris, dan merupakan usaha yang berkesan. Boikot berada di tangan bangsa dan masyarakatnya. Kerajaan tidak dapat memaksa rakyat membeli barangan dari negara tertentu. Marilah kita menggunakan senjata ini untuk menentang musuh bangsa dan agama kita, supaya mereka sedar bahawa kita masih hidup, dan umat ini tidak akan lupus, InsyaALlah. Boikot akan membawa berbagai kesan; ianya mengajar semula umat Islam bagaimana untuk membebaskan diri mereka daripada perhambaan. Mereka menggalakkan kita untuk terikat kepada apa yang tidak berfaedah, malahan merosakkan kita. Boikot merupakan satu demonstrasi persaudaraan Islam and kesatuan Ummah. Adalah kewajipan kita untuk tidak mengkhianati saudara kita, yang berkorban setiap hari. Kita tidak akan memberi keuntungan kepada musuh kita. Boikot ini adalah merupakan tentangan kecil, yang akan membantu tentangan lebih besar yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di bumi Anbiya’, dan menjadi kubu di perbatasan Jihad. Sekiranya setiap Yahudi di dunia ini menganggap dirinya sebagai seorang askar, mendokong Israel sedaya upaya, maka sudah tentu setiap orang Islam yang menggunakan jiwa dan hartanya adalah merupakan seorang askar yang memerdekakan Al-Aqsa. Usaha paling kecil seorang Muslim boleh lakukan adalah dengan memboikot barangan musuh. Allah berfirman: “Wahai orang yang beriman, kamu adalah pelindung antara kamu.” Sekiranya kita tidak melakukan ini, akan berlaku perpecahan dan kerosakan yang besar.
Ibu-ibu dan anak-anak perempuan kita, yang mengurus rumahtangga, mempunyai peranan yang mungkin lebih besar daripada peranan orang lelaki, kerana wanita mengawasi keperluan rumah, dan membeli apa yang diperlukan. Ibu-ibu boleh membimbing anak-anak.
Dia menanam semangat Jihad dalam diri anak-anak, dan mendidik mereka apa yang perlu dilakukan demi Ummah, dan apa yang mereka perlu lakukan terhadap musuh Islam, terutama sekali berkenaan boikot. Apabila anak-anak faham perkara ini, mereka akan menjalankan boikot dengan penuh semangat, dan akhirnya akan mengepalai ibubapa mereka.
Sekiranya seorang pengguna membeli barangan Yahudi atau Amerika dikira melakukan satu dosa yang berat, sudah tentu pedagang yang membeli barangan tersebut  dan menjadi ejen mereka dikira melakukan dosa yang lebih berat. Malahan sekiranya syarikat tersebut beroperasi dengan menggunakan nama yang berlainan, mereka sedar bahawa mereka hanya memperdayakan orang. Umat Islam seluruh dunia kini perlu membuktikan kewujudan mereka, dan harus menunjukkan keinginan untuk mempertahankan kesucian. Umat Islam harus tahu siapa sahabat mereka, dan siapa musuh mereka. Umat Islam dilarang memberi ruang kepada kelemahan, dan kesedihan, dan menerima perdamaian yang zalim yang ingin dikenakan oleh Zionis.
Allah berfirman: “Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai, kerana kamulah yang lebih unggul, dan ALlah bersama kamu.” [Qur'an, 47:35].
Saya menyeru semua yang beriman kepada ALlah, Kristian dan lainnya, dan semua manusia yang bebas dan mulia di dunia ini untuk bersama kami, dan menyokong kebenaran berbanding kebathilan, dan keadilan berbanding penindasan. Bantulah untuk memenangkan mereka yang lemah, yang setiap hari dibunuh di jalan ALlah, mempertahankan tempat yang suci.
Saya juga memohon pekerja-pekerja Arab dan negara-negara Islam dari seluruh dunia supaya menyokong rakyat Palestin, dan menunjukkan kemaharan mereka dengan melawan penzalim yang sangat gagah ini, dengan mengganggu perniagaan mereka sebanyak yang mungkin. Akhirnya, saya meminta mereka yang bijak, bertimbang rasa dan berpengalaman di setiap negara supaya bersatu membina boikot, mewujudkan pilihan alternatif dan mengelak daripada apa-apa yang tidak baik, dan teruskan mendidik masyarakat, sehinggalah kebenaran menang dan kepalsuan terhapus. Yakinlah, ianya akan musnah.
“Katakan ‘bekerjalah,’ sesungguhnya Allah akan melihat usaha kamu dan RasulNya dan orang-orang yang beriman, kamu akan dikembalikan ke dunia yang tidak pernah kamu lihat dan kamu akan tahu apa yang kamu telah kerjakan.”
“Pandangan ini adalah berdasarkan kepada hujah-hujah daripada al-Quran dan Sunnah dan Ijma’ umat Islam.” WaLlahu ‘alam.

anda mungkin juga meminati ini

Related Posts with Thumbnails